Tradisi Munggahan Sambut Ramadhan yang Tetap Bertahan Selama Pandemi

ALJabar News Bogor. Bulan ramadhan sudah di depan mata, seluruh umat islam bergembira menyambut kedatangan bulan suci ini. karena bulan ramadhan merupakan bulan yang sangat istimewa bagi umat muslim dimana semua amalan yang dilaksanakan di bulan ini pahalanya dilipatgandakan. Bulan Ramadhan merupakan bulan yang sangat penting bagi umat islam bahkan disebutkan dalam Al-Qur’an Surat Al-baqarah:185, “Ramadhan adalah (bulan) diturunkannya Al-qur’an, sebagai panduan untuk umat manusia.

Banyak cara yang dilakukan oleh masyarakat dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadahan. Di dalam masyarakat sunda ada tradisi yang tidak bisa dilewatkan menjelang bulan ramadhan yaitu tradisi munggahan. Munggahan merupakan tradisi masyarakat islam suku Sunda untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, tradisi munggahan ini biasanya dilakukan satu atau dua hari menjelang datangnya bulan suci. Dalam melaksanakan tradisi munggahan ini bentuknya sangat bervariasi mulai dari berkumpul dan makan bersama keluarga serta sanak saudara, bermaafan, berziarah ke makam orangtua atau ke makam orang-orang soleh, dan mengamalkan sedekah munggah.  Acara munggahan sudah menjadi tradisi masyarakat sunda tidak terkecuali di tempat saya tinggal.

Tradisi ini merupakan salah satu bentuk wujud rasa syukur kepada Allah SWT. Karena masih diberikan nikmat iman dan islam serta sehat walafiat sehingga dapat berjumpa lagi dengan bulan suci Ramadhan. Di setiap daerah tradisi munggahan ini masih banyak dilaksanakan oleh masyarakat meskipun dalam bentuk pelaksanaannya memiliki keanekaragaman tetapi juga masih memiliki banyak kesamaan.  Sebuah tradisi merupakan warisan temurun yang mau tidak mau harus dipertahankan oleh setiap generasi penerusnya, harus dipegang teguh dan tetap dilestarikan sebagai bentuk rasa hormat kepada leluhur  di daerah tempat tradisi tersebut berkembang.

Zaman dulu ketika menyambut bulan suci Ramadhan datang Bapak-Bapak beserta anak lelakinya beramai-ramai pergi ke makam untuk bersih-bersih, kemudian membersihkan Masjid dan Mushola, namun di zaman sekarang karena di makam sudah memiliki petugas kebersihannya jadi kegiatan tersebut sudah tidak ada lagi, mereka hanya datang untuk berziarah. Menjelang datangnya bulan ramadhan kedatangan peziarah menjadi meningkat dua kali lipat jika pada hari biasanya pemakaman umum tampak sepi dari peziarah, kini banyak didatangi oleh peziarah baik dari dalam maupun luar kota. Namun sudah dua kali ramadhan ini karena mewabahnya virus covid-19 membuat kegiatan tradisi munggahan hanya dapat dilakukan oleh keluarga yang tinggal serumah. Meski demikian melakukan kegiatan munggahan bersama keluarga besar tetap bisa dilakukan secara virtual yaitu dengan melakukan videocall. Dengan begitu tradisi munggahan tetap bisa dilaksanakan secara tatap muka dan bisa saling bermaaf-maafan dengan mengirim do’a untuk keluarga yang jauh dimata tetapi dekat di do’a. Meski ibadah kita terhambat karena adanya virus covid-19 tetapi insha Allah semua amal perbuatan kita tidak akan pernah terlewatkan oleh malaikat pencatat baik itu amalan baik maupun buruk. Semog semua amal ibadah baik kita bisa diterima oleh Allah SWT. Aamiin..

Oleh: Setiawati, S.Pd., M.H.

Ade Nopiansyah

Wartawan/ti Media Online aljabarnews.com telah Kompeten pada perusahaan Pers Harian dalam bidang UU Pers Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers. Wartawan Media Online aljabarnews.com dalam bertugas dilengkapi dengan Kartu Tanda Anggota (KTA) dan Surat Tugas dan tercatat namanya dalam Box Redaksi. Apabila ada yang mengaku wartawan kami meskipun KTA dan surat tugas masih berlaku, sepanjang namanya tidak tercantum dalam Box Redaksi, maka dinyatakan tidak berlaku dan bukan Wartawan Media Online aljabarnews.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *