Rapat Kepala Desa Se Kecamatan Ciseeng Dalam Mencegah Penyebaran Pandemik Covid 19

ALJabar News Bogor. Wabah virus corona yang melanda seluruh wilayah Indonesia membuat aparatur desa juga sangat khawatir. Dan kekhawatiraan tersebut terjadi pada beberapa minggu lalu. Perintah desa di seluruh Indonesia juga mengeluarkan berbagai macam kebijakan demi keselamatan warganya dari covid 19.

Kamis, 09 April 2020 seluruh kepala desa se Kec. Ciseeng melaksanakan rapat di pendopo yang ada dibelakang gedung. Diantara yang hadir adalah Kades Cihowe Wahyudin, Kades Putat Nutug Mad Darmawan, Kades Kuripan Siti Aswat Narulita, Kades Cibeuteung Muara Asep Suhendar, Kades Cibeuteung Udik Bambang Indra Gunawan, Kades Parigi Mekar Ade Saprudin, Kades Ciseeng Rachmat Buchori Muslim, Kades Cibentang Hasanudin, Kades Karihkil Ahmad Dasuki, Sekcam Heri Risnandar mewakili Camat Adi Setya Bekti yang tidak hadir karena masalah kesehatan, Kasipem Wawan Hartawan, Kasi Ekbang Ade Kurniawan, Kasi Pemberdayaan Dan Kesejahteraan Masyarakat Nenih Triana, Perwakilan Puskesmas Ciseeng Ajat Sudrajat, Puskesmas Cib. Udik Dr. Wiswandris Lamin, TKSK Kec. Ciseeng Mahmur Memed (Amung), dan Kasatpol PP Sutarjo.

Dalam rapat tersebut dibahas mengenai bantuan-bantuan berkenaan dengan merebaknya wabah virus corona yang tengah melanda wilayah Indonesia, terutama wilayah Kec. Ciseeng Kab. Bogor. Dimana sampai saat ini bantuan diturunkan oleh Provinsi Jawa Barat dan bantuan dari Presiden RI.

Ketidakhadiran Camat Adi Setya Bekti mengundang kekecewaan seluruh kepala desa se Kec. Ciseeng, terutama Kepala Desa Cibeuteung Udik Bambang Indra Gunawan, begitu pula Kepala Desa Karihkil Ahmad Dasuki.

“Pada saat awal musrenbang saya pernah mengajukan secara pribadi maupun secara formal kepada Camat Ciseeng untuk mengadakan rapat minggon setiap minggu. Jangankan kepala desa yang baru, saya sendiri boleh dikatakan senior masih membutuhkan bimbingan dan pencerahan. Karena kami semua sebagai manusia lebih banyak kekurangannya. Tentang virus corona bukan masalah nasional saja, tetapi juga sudah menjadi masalah dunia. Camat Ciseeng dengan para kepala desa kurang mengadakan pertemuan, dan jangan juga ramai di medsos, tetapi kami butuh bimbingan. Tiga minggu lalu saya sebagai kepala desa mengawasi warga yang bekerja di Jakarta, yang telah dirumahkan dan kami segera awasi selama 14 hari tidak boleh ke luar. 24 jam saya mengawasi dan melarang bank keliling, kolektor motor dan mobil. Saya melarang mereka masuk ke Ds. Cibeuteung Udik.”

Sekcam Ciseeng Heri Risnandar menjelaskan kepada seluruh kepala desa dan aparatur kecamatan serta yang hadir dalam rapat tersebut: “Sekali lagi saya mohon maaf sebelumnya kalau rapat saat ini tidak dihadiri camat. Karena memang beliau dalam kondisi sakit. Diharap para kepala desa dapat memakluminya.”

“Rapat utama hari ini diharapkan hanya fokus pada pencegahan covid 19, diharapkan yang lain dikesampingkan dulu. Dan sebaiknya yang perlu di revisi adalah DD saja khusus untuk penanganan virus corona.” Tambah Heri Risnandar.

Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan Mahmur Memed yang akrab dipanggil Amung menjelaskan bantuan-bantuan dalam menghadapi covid 19 kepada seluruh segenap yang hadir.

“Bantuan Provinsi dan bantuan Presiden RI dilaksanakan sangat mendadak, mungkin ini yang disebut dengan tanggap darurat Pemerintah RI. Secara tidak langsung untuk banprov data itu semua turun lewat DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) yang ada di BDT (Basis Data Terpadu), dan semua operator desa sudah menguasainya.
Bantuan Provinsi untuk se Jawa Barat -/+ 1,2 juta jiwa, dan penduduk Kab. Bogor -/+ 5,4 juta jiwa. Sementara Kab. Bogor sebanyak 100.012 jiwa, dibagi 40 kecamatan. Kec. Ciseeng mengusulkan sebanyak -/+ 17.000 jiwa untuk Bantuan Presiden. Semua kepala desa telah mempercayakan semua ini kepada TKSK sebagai pendamping dari program sosial tersebut.” Tutur Amung pada awak media. (Agustion)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *