Ramadhan Ke-2 di Tengah Pandemi Mari Evaluasi Diri Untuk Mencapai Taqwa dan Berkah

 

ALJabar News Tangsel. Ramadhan 1442 H. Pada tahun 2021 Masehi ini telah dimulai sejak dua hari yang lalu, ramadhan ini merupakan ramadhan kali kedua yang dijalani oleh ummat muslim di masa pandemi. Ramadhan tahun lalu diawali akhir april 2019 dimana mewabahnya virus corona gelombang pertama yang sedang meningkat.

Setahun berlalu, Ramadhan kali ini pun harus dijalani dalam masa pandemi, untuk itu penting bagi kita semua mengendalikan diri dengan baik, tetap mematuhi protokol kesehatan sehingga dapat terlaksana ibadah puasa yang khusu’. Keindahan bulan Ramadahan diwarnai dengan dipenuhinya masjis-masjid dan Musholla di setiap malam oleh ummat muslim yang akan melaksanakan shalat Tarawih secara berjama’ah, dimana dengan shalat berjama’ah inilah yang dapat menanmkan rasa sosial dan kekuatan ummat. Kesemarakan bulan ramadhan ditambah dengan terdengarnya lantunan ayat suci oleh para pemuda yang dilantunkan sepanjang malam sehingga menambah kehangatan moment bulan Ramadhan ini.

Namun semenjak mewabahnya virus covid-19 ini pemerintah mengeluarkan kebijakan bahwa semua kegiatan tersebut ditiadakan, meski di tahun ini sudah mulai diperbolehkan melaksanakan shalat tarawih berjamaah dengan panduan yang diberikan keindahan-keindahan Ramadhan masih belum bisa kita rasakan sepenuhnya karena kegiatan kegiatan shalat berjamaah, tadarus dan kegiatan lainnya masih dibatasi.

Munculnya wabah ini menjadi ujian tersendiri bagi ummat muslim yang ada di seluruh dunia. Selayaknya kita sebagai ummat yang beriman dan bertaqwa kepada Allah jadikanlah momentum bulan Ramadhan ini sebagai bulan untuk kita bermuhasabah diri atas tertimpanya musibah covid-19 ini.  Wabah ini telah mengingatkan kita terkait pentingnya kerja sama karena sesungguhnya manusia adalah makhluk sosial. Belakangan ini kita mengagung-agungkan individualisme yang menjadi sumber kemajuan peradaban manusia. wabah ini merupakan teguran dari Allah SWT karena ulah tangan manusia yang melampaui batas, oleh karena itu mari kita jadikan momentum bulan Ramadhan ini sebagai sarana kita untuk kembali membersihkan diri dan bertaubat.

Dalam menghadapi musibah ini kita selaku umat muslim perlu berikhtiar dan bertawakal kepada Allah sehingga kita dapat menjadi insan yang bertaqwa kepada Allah SWT. Ikhtiar dapat kita laukan dengan mematuhi protokol kesehatan yaitu sering mencuci tangan, menjaga kebersihan, menghindari kegiatan yang melibatkan terlalu banyak orang, dan bertawakal dengan cara memerbanyak  berdo’a, ibadah, dan berpasrah diri kepada Allah SWT. Dengan harapan agar pandemi ini segera musnah dari muka bumi sehingga kita semua dapat menjalankan aktifitas dan ibadah secara normal.

Oleh: Nurdiyana, S.Pd.,M.H.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *