Puskesmas Ciseeng Bersama Pemkec. Ciseeng, Polsek, Koramil, KNPI, Karang Taruna Kecamatan Sosialisasi Endemik Virus Corona

ALJabar News Bogor. Banyak warga yang tidak paham tentang virus COVID-19 ini. Kalau mereka paham, pasti tetap tenang meski harus waspada juga. Diyakini mayoritas masyarakat yang tidak paham dan tidak mengetahui apa itu virus corona yang kini menyerang Indonesia, sangat dibutuhkan informasi yang valid tentang apa dan mengapa virus corona bisa menjangkiti negeri ini.

Oleh karenanya, pada hari Selasa pagi (24 Maret 2020) Puskesmas Ciseeng yang diwakili oleh Ajat Sudrajat S.Kep yang bertugas kembali dan efektif sejak Senin 23 Maret lalu, menggantikan TU lama (Ramdani) serta perawat lainnya, Pemerintah Kecamatan Ciseeng, Karang Taruna Kec. Ciseeng, KNPI, Polsek Parung, Koramil 2111 Parung dan juga Satpol PP Kec. Ciseeng.

Puskesmas Ciseeng yang bersinergi dengan muspika melaksanakan informasi dan sosialisasi ke 10 pemerintah desa yang masuk dalam wilayah Penerintah Kecamatan Ciseeng, bersama sama dengan anggota Patroli Polsek Parung dan yang lainnya berkeliling menggunakan mobil patroli, ambulans puskesmas serta belasan kendaraan roda dua.

Ketika ditemui di ruang kerjanya Ajat Sudrajat S.Kep sebagai kepala tata usaha puskesmas menjelaskan mengenai endemik Virus Corona kepada awak media: “Virus Corona bukan virus baru. Ini adalah keluarga virus yang dapat menyebabkan penyakit pada hewan atau manusia. Pada manusia, beberapa coronavirus menyebabkan infeksi pernafasan mulai dari flu biasa hingga penyakit yang parah seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Virus corona yang paling baru ditemukan adalah coronavirus COVID-19. COVID-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh coronavirus yang paling baru ditemukan di Wuhan, China akhir tahun lalu. Masa inkubasi ialah waktu antara manusia terkena virus dan mulai memiliki gejala penyakit. Sebagian besar perkiraan masa inkubasi untuk COVID-19 berkisar antara 1-14 hari, paling umum sekitar lima hari.

“Gejala COVID-19 yang paling umum adalah demam, kelelahan, dan batuk kering. Beberapa pasien mungkin mengalami sakit dan nyeri, hidung tersumbat, pilek, sakit tenggorokan, atau diare. Beberapa orang yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala apa pun. Kebanyakan orang (sekitar 80%) pulih dari penyakit tanpa perlu perawatan khusus. Sekitar 1 dari setiap 6 orang yang terpapar COVID-19 sakit parah dan mengalami sulit bernapas. Orang yang lebih tua, serta menderita tekanan darah tinggi, masalah jantung atau diabetes, akan berisiko semakin serius. Sekitar 2% orang yang terpapar COVID-19 akhirnya meninggal. ” Pungkas Ajat menutup percakapannya dengan awak media. (Agustion UH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *