Pembatasan Sosial Berskala Besar Digelar Di Perbatasan Ds. Cogreg Kec. Parung Dengan Desa Cibinong Kec. Gunungsindur

ALjabar news Bogor. Pembatasan Sosial Berskala Besar, atau pembatasan kegiatan tertentu dalam suatu wilayah yang diduga terinfeksi virus corona atau COVID-19, sebagaimana tertuang dalam Pasal 1 Permenkes No 9 Tahun 2020 yang berbunyi: “Pembatasan Sosial Berskala Besar adalah pembatasan kegiatan tertentu penduduk dalam suatu wilayah yang diduga terinfeksi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) sedemikian rupa untuk mencegah kemungkinan penyebaran Coronavirus Disease 2019 (COVID-I9).”

Untuk pencegahan penularan covid 19, pada hari Kamis 16 April 2020 yang merupakan hari kedua diberlakukannya PSBB di 5 titik perbatasan wilayah dengan Kec. Ciseeng yaitu:

1. Jl. Raya Ciseeng (batas Kec. Gunungsindur).
2. Jl. Raya Pasar Ciseeng (batas Kec. Parung).
3. Jl. Raya Cibeuteung Udik (batas Kec. Kemang).
4. Jl. Hj. Miing (batas Kec. Rancabungur)
5. Jln. Prada Samlawi (batas Kec. Rumpin).

Check Point di wilayah yang berbatasan dengan Kec. Gunungsindur terdapat di pintu masuk Jalan Suka Bakti Desa Cogreg Kec. Parung.

Saat mendatangi posko Check Point awak media melihat aktifitas kemanusiaan disana, diantaranya yang sibuk bertugas adalah anggota Polsek Parung, anggota Koramil 2111 Parung Dian Prabowo, Dwi Wahyono, Oma Juhana, Satgas Polmas FKPM (Hasanudin Imo, Mursalih, Partiben, dan Yadi), personil dari Dishub, juga perwakilan Pemerintah Desa Cogreg.

Orang nomor 1 Polsek Parung, Kapolsek Parung Kompol Puji Astono SH saat dihubungi melalui saluran telpon menjelaskan dengan singkat pada awak media.

“Pembatasan Sosial Berskala Besar ini merupakan hari kedua. Terdapat di 5 titik yang berbatasan dengan beberapa kecamatan. PSBB ini digelar untuk mencegah penularan covid 19. Setiap pengendara roda dua dan roda empat wajib mengenakan masker. Begitu pula dengan penumpang angkutan umum dan pembonceng sepeda motor. Bilamana mereka tidak mengenakan masker, tanpa kompromi akan disuruh kembali dan dilarang melintas. Petugas yang merupakan para relawan ini harus tegas, karena ini menyangkut keselamatan serta nyawa masyarakat lainnya agar jangan sampai tertular covid 19. Jangan anggap enteng virus corona, sangat berbahaya dan mematikan.” Papar Kompol Puji Astono SH. (Agustion)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *