Kepala Desa Karihkil Ahmad Dasuki Bersama Warga Gelar Kerja Bakti Di Kp. Parung Leungsir

ALJabar News Bogor. Sabtu pagi, 21 Maret 2020 tampak ada kegiatan sekumpulan warga Kp. Parung Leungsir Rt. 07, Rt. 06, Rt. 05/ Rw. 02 membersihkan lingkungan yang kotor dan banyak ditumbuhi rumput liar.

Sejak pagi Kepala Desa Karihkil Kec. Ciseeng Ahmad Dasuki bersama Kadus 1 Mahmur Memed (Amung) yang juga sebagai TKSK Kec. Ciseeng, Firman (Inagro), BPD Asep Hamidi, LPM Ahmad Hambali, M. Rosadi (Pemuda Pancasila), M. Ules (Karang Taruna), Tim Destana (Desa Tanggap Bencana) Ds. Karihkil, Satgas Lingkungan Hidup Kec. Ciseeng (E’el, Neneng Sugiarti, Mimin), para karyawan harian lepas Pt. Inagro, para tokoh masyarakat, tokoh pemuda serta tokoh agama, dan masyarakat Desa Karihkil lainnya.

Ahmad Dasukin selaku kepala desa untuk yang ketiga kalinya tersebut mengkoordinir dan memprakarsai pelaksanaan kerja bakti, demi menjaga kebersihan menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Karena kebersihan merupakan sebahagian daripada iman.

Sebelumnya salah satu perusahaan yang ada disana (Pt. Inagro) menemui Kepala Desa Karihkil Ahmad Dasuki menyampaikan niatnya untuk melaksanakan kerja bakti di lingkungan. Dan niat baik itu mendapat sambutan positif dari kepala desa yang telah tiga kali menjabat. Kadus 1 Amung pun dengan penuh semangat siap mendukung gelar bersih-bersih tersebut, juga para staf desa, pimpinan ormas dan yang lainnya.

Kerja bakti di pusatkan di Kp. Parung Leungsir Rw. 02, meliputi Rt.05, Rt. 06 dan Rt. 07. Utamanya di bantaran kali Cibarengkok, dimana kali kecil itu sudah kering tanpa air, dipenuhi tanah dan sampah. Seluruh warga desa yang hadir yang merasa bertanggung jawab akan kebersihan dan kesehatan, bahu membahu memangkas rumput liar, mengumpulkan sampah dan membuangnya ke tempat yang diizinkan oleh pemerintah desa sendiri.

Ketika awak media Aljabar News menemui Kepala Desa Ahmad Dasuki saat ia rehat sejenak ditemani staf desa lainnya, ungkapnya: “Akhir akhir ini cuaca tidak menentu, hujan turun tanpa bisa diprediksi. Sehingga air menggenangi jalan yang berlubang, air tidak dapat mengalir dengan baik, karena tanah dan sampah memenuhi kali Cibarengkok. Tidak mustahil nantinya air jadi meluap dan menimbulkan banjir, rumah warga terendam air kotor.”

“Bagaimana dengan keberadaan Kali Cibarengkok yang sudah dipenuhi sampah dan tanah itu, Pak Kades. Apakah pemerintah desa mampu menanganinya?” Tanya awak media seraya memandang kali yang kering dan dipenuhi sampah dan tanah kering.

“Sebagai kepala desa, saya berusaha semampunya untuk menangani kali yang sudah tidak dialiri air itu. Sekarang ini kita baru dalam tahap pengumpulan sampah di kali tersebut. Dan saya juga berharap pihak UPT. Pengairan mau peduli dengan keberadaan kali Cibarengkok ini.” Pungkas Ahmad Dasuki pada awak media. (Agustion UH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *