Final, Mata Kuliah Pancasila Dan Bahasa Indonesia Tetap Menjadi Mata Kuliah Wajib Di Perguruan Tinggi

ALJabar News. Beberapa waktu lalu dunia pendidikan khususnya di tingkat Pendidikan Tinggi dikisruhkan dengan ditetapkannya PP No 54 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP) pada 30 Maret lalu. Karena dalam Peraturan Pemerintah tersebut ada pasal yang ternyata menghilangnya beberapa mata kuliah wajib yang ada di pendidikan tinggi yakni Pancasila dan Bahasa Indonesia.

Banyak pendapat-pendapat yang menyayangkan hal tersebut dari kalangan pendidik khususnya di perguruan tinggi. Karena kita ketahui bahwa mata kuliah Pancasila merupakan mata kuliah wajib yang harus diberikan kepada mahasiswa sebagai bekal mahasiswa untuk bisa hidup bernegara sesuai dengan falsafah atau ideology bangsa yakni ideologi pancasila.

Tidak terbayang jika penanaman atau pendidikan pancasila itu tidak diberikan lagi pada jenjang perguruan tinggi maka akan seperti apa moral generasi bangsa ini kedepannya. Selama ini pun nilai-nilai kehidupan yang ada pada pancasila diajarkan melalui mata kuliah pancasila ini masih mengalami kemerosotan atau degradasi moral apalagi jika mata kuliah pendidikan pancasila dan bahasa Indonesia dihilangkan,mungkin akan semakin bobrok moral generasi bangsa kedepannya. Hal tersebut juga disayangkan oleh Koordinator Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Satriwan Salim menyatakan bahwa “Namun, yang sangat disayangkan adalah dalam Pasal 40 (angka 3) tidak lagi memuat Pancasila dan Bahasa Indonesia sebagai mata pelajaran atau mata kuliah wajib khususnya di Perguruan Tinggi,” ungkap dia kepada JawaPos.com, Kamis (15/4).

Jika merujuk pada Pasal 35 di UU Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, dikatakan dengan jelas bahwa kurikulum pendidikan tinggi wajib memuat mata kuliah Agama, Pancasila, Kewarganegaraan dan Bahasa Indonesia. Namun, dalam PP SNP baru ini sama sekali tak terlihat mata kuliah Pancasila dan Bahasa Indonesia. Padahal PP SNP ini juga merujuk kepada UU Pendidikan Tinggi, akan tetapi isinya sendiri bertentangan dengan kebijakan tersebut. Sekedar dugaan bahwa hilangnya mata kuliah Pancasila dan Bahasa Indonesia ini merupakan kesalahan tim penyusun baik secara procedural maupun formal

Melihat banyaknya kritikan, masukan maupun penafsiran dari berbagai pihak maka Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melaksanakan siaran pers bahwa Plt. Kepala Biro Kerja sama dan Hubungan masyarakat (BKHM) Kemdikbud hendarman mengatakan, “PP Nomor 57 tahun 2021 tentang standar nasional pendidikan (PP SNP) merupakan mandate dan turunan dari Undang-undang Nomo 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas). Ketentuan mengenai kurikulum pendidikan tinggi pada PP SNP mengikuti UU sisdiknas sehingga mata kuliah Pancasila dan Bahasa Indonesia tetap menjadi mata kuliah wajib di jenjang Pendidikan Tinggi”.

Siaran Pers tersebut memberikan angin segar bagi dunia pendidikan khususnya Perguruan tinggi. Sebagai pendidik wajar merasa khawatir jika mata kuliah Pancasila dan Bahasa Indonesia benar-benar dihilangkan karena akan semakin berat tantangan generasi muda menghadapi kehidupan di era yang semakin maju ini. Tanpa adanya pondasi yang kuat mengenai penanaman nilai, sikap, perilaku yang mencerminkan ideology bangsa yakni Pancasila maka bisa jadi kedepan akan lebih parah moral bangsa tercinta ini. Semoga kedepannya pemerintah pun dalam mengeluarkan kebijakan harus jelas secara konten agar tidak terjadi salah tafsir atau pandangan yang berbeda.

 

Oleh : Sulastri.,S.Pd.,MH

Dosen prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaran

Universitas Pamulang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *