Duka Di Langit Desa Putat Nutug Dengan Wafatnya Kades Hormat Mad Asyikin

ALjabar News, Bogor. Kamis petang, 25 Juni 2020 langit di atas Desa Putat Nutug Kec. Ciseeng tampak gelap, tepatnya Pukul.20.00 pecah tangis duka warga dan keluarga Mad Asyikin.

Kediaman mantan Kepala Desa Putat Nutug yang berada di seberang kantor desa sontak menjadi wadah duka warga yang sangat kehilangan sosok panutan bernama Mad Asyikin yang akrab dipanggil Ucik ini.

Saat tangis duka terdengar, jenazah masih berada di Rumah Sakit Hermina Bogor sejak Selasa lalu (23 Juni 2020). Dan baru tiba di rumah di Jalan. H. Miing pada Jumat pukul.02.00 dinihari.

Awal karier Mad Asyikin menjadi jurutulis desa, dan mulai menjabat sebagai Kepala Desa Putat Nutug pada tahun 2007, menggantikan Kepala Desa Hasbulloh (1996 – 2007).

Ayah dari Sekdes Yogi Ramadhana ini bisa dikatakan sebagai pimpinan bertangan dingin, dekat dengan warga serta memiliki sikap mengayomi, sehingga tidak salah kalau Mad Asyikin mampu memimpin warga Desa Putat Nutug hingga 2 Periode (2007 – 2019).

Menjelang akhir masa jabatannya, kesehatan Ucik terganggu dan harus dirawat di rumah sakit hingga beberapa waktu. Pria low profile kelahiran Bogor, 13 Juli 1958 tersebut merasa kesehatannya tidak memungkinkan M. Asyikin untuk menjadi kepala desa, sehingga saat usai jabatannya dia tidak berniat mencalonkan diri kembali.

Selasa lalu M. Asyikin masuk ke rumah sakit untuk yang kedua kalinya. Pada perawatan kedua kali itu akhirnya M. Asyikin harus menyerah dengan penyakit yang dideritanya.

Ahirnya Allah SWT pada hari Kamis malam mengambil putra terbaik Desa Putat Nutug tersebut kembali keharibaannya. Setelah dishalatkan, jenazah mantan kades yang begitu dicintai warganya dimakamkan di pemakaman umum Grendong Kp. Kedokan.

Semoga husnul khotimah. Aamiin… (Agustion UH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *