Damiri Warga Ds. Cib. Muara Kec. Ciseeng Peduli Sesama Saat Pandemik Covid 19 Dan Bulan Ramadhan

ALjabar News Bogor. Ditengah bencana pandemik Covid 19 yang mematikan, dimana masyarakat dicekam rasa khawatir karena wabah laknat ini tidak terlihat karena tidak dapat menyebar tanpa ditularkan oleh orang ke orang lainnya.

Dan saat ini juga ummat muslim tengah menjalankan ibadah puasa. Tetap teguh walau dibeberapa masjid atas anjuran serta himbauan pemerintah RI untuk tidak melaksanakan shalat tarawih. Shalat bisa dilaksanakan di rumah berjamaah. Sementara itu juga masyarakat dianjurkan untuk stay at home. Bagaimana dengan warga yang harus mencari nafkah dan keluar rumah setiap hari?

Pandemik covid 19 ditambah pula memasuki bulan ramadhan, membuat miris perasaan Damiri dan keluarga, dia sangat memahami kondisi warga di sekitarnya yang tengah menderita kesulitan dalam mencari nafkah karena pandemik corona.

Bersama isteri tercinta Rinny Wazry serta putrinya pada hari Minggu sore (26 April 2020), Damiri yang tinggal di Kp. Legok Nyenang Rt. 02/ Rw. 01 Ds. Cibeuteung Muara Kec. Ciseeng membagikan sedikit rezeqinya kepada warga sekitar yang benar-benar dalam kesulitan.

Damiri yang juga sebagai Ketua Gapoktan Maju Bersama Ds. Cibeuteung Muara, dengan didampingi Ketua Rt, Ketua Rw setempat membagikan 50 paket sembako kepada warga sekitar kediamannya. Dan kegiatan tersebut hampir setiap tahun Damiri laksanakan dengan penuh keikhlasan.

Ketika awak media menyambangi kediamannya untuk melihat pelaksanaan bagi-bagi sembako, Damiri dengan ramah menyambut dan menuturkan perasaannya: “Kita semua tahu kalau saat ini seluruh dunia tengah menderita bencana karena wabah Corona, tidak terkecuali dengan negara Indonesia, khususnya warga Ds. Cibeuteung Muara Kec. Ciseeng. Masyarakat kita tengah menderita karena pandemik mematikan ini, bahkan warga dihimbau untuk tidak keluar rumah. Bagaimana bisa mencari nafkah agar dapur selalu ngebul, kalau tidak keluar rumah?”

“Saya sedih dengan kenyataan seperti ini,” sambung Damiri kembali. “Usaha warga jadi tidak berjalan, warung-warung tidak buka, usaha home industri ditutup. Masyarakat tidak ada income karena diliburkan berminggu-minggu. Dari itulah, dengan rezeqi yang tidak seberapa ini saya bersama keluarga menyisihkannya untuk diberikan kepada warga sekitar. Mungkin tidak seberapa banyak yang dapat saya bantu, tapi kiranya sudah bisa memperlihatkan kepedulian kami sekeluarga atas keadaan warga yang tengah prihatin ini. Semoga di tengah bulan Ramadhan ini kita semua tetap bisa beribadah dengan tekun, dan berdoa pada Allah SWT agar pandemik covid 19 sirna dari bumi Indonesia tercinta. Amin.” (Agustion UH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *