Dalam Mewujudkan Kota Sehat, Dinkes Gelar Workshop Perubahan Perda KTR

ALJabar News Depok. Dinas Kesehatan Kota Depok Gelar acara, secara Webinaar  yang di buka oleh Kepala Dinas Kota Depok drg. Novarita, Senin 1/12/2020.

Dalam acara tersebut mengambil tema, “Materi perubahan Perda KTR  Depok Dalam Upaya Meningkatkan Kesehatan Masyarakat”.

Dikesempatan itu, Perda Perubahan yang disampaikan oleh Dra, Sri Utami , MM Anggota DPRD kota Depok, Tim Pansus Raperda Perubahan Perda KTR Kota Depok.

Ia memaparkan riwayat peraturan kawasan tanpa rokok di kota Depok.

– Peraturan daerah Kota Depok Nomor 16 Tahun 2012 tentang pembinaan dan pengawasan ketertiban umum pasal 23 tentang tertib merokok KTR.

– Peraturan daerah Kota Depok nomor 3 tahun 2014  tentang kawasan tanpa rokok.

– Peraturan daerah Kota Depok nomor 2 tahun 2020 tentang perubahan atas peraturan daerah Nomor 3 Tahun 2014 tentang kawasan tanpa rokok alasan perubahan.

– Peraturan Walikota Depok nomor 126 tahun 2016 tentang petunjuk teknis pengawasan dan pengendalian kawasan tanpa rokok

– Surat edaran Walikota nomor 300/357 Satpol PP tentang larangan distplay, penjualan rokok, mengiklankan kan dan mempromosikan rokok.

– Peraturan daerah Kota Depok nomor 15 tahun 2013 tentang penyelenggaraan kota layak anak.

Disamping itu, (GYTS) Global Youth Tobacco Survei Depok City 2016, dalam penelitiannya mengungkapkan bahwa terdapat perokok yang usianya mulai darii 10 Tahunan.

Penelitian mengenai jumlah perokok pada remaja usia SMP di kota Depok. Terdapat 1 dari 4 siswa  (23, 4% ) adalah perokok aktif, dan Rata-rata siswa perokok aktif mulai mencoba merokok di usia 10 -13 tahun (54,9%)

Dikesempatan yang sama, Pemaparan Rokok elektronik juga di sampaikan oleh DR. Dr.  Agus Dwi Susanto, Sp. P (K)  RS. Persahabatan.

Ia menjelaskan bahwa, Rokok elektronik dan risiko adiksi yakni terhadap bukti bahwa  nikotin sangat adiktif, Rokok elektronik berotensi meningkatkan adiksi terhadap nikotin dan produk tembakau (CDC,IUTLD,AAP, NIDA,FDA,WHO).

Sambungnya, “Rokok elektronik diperkirakan menjadi pintu masuk obat-obatan ( Gateway drugs), artinya pemakai rokok elektrik dapat membuat menjadi pengguna seterusnya dan menjadi adiksi serta berpotensi menggunakan obat lain seperti kokain, “Pungkasnya.

adenopiansyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *