BUDAYA KITA BUDAYA MEREKA BUDAYA REMAJA!

ALJabar News, Tangsel – Kebudayan adalah gaya atau cara hidup yang dimiliki oleh sekelompok orang dan diwarisi dari generasi kegenerasi yang akan dikembangkan (Sri Mulyana , 2021, Perbedaan budya indonesia dengan budaya Indonesia). Sedangkan teknologi adalah pengetahuan yang ada digunakan untuk membuat hal baru yang didapat digunakan untuk keberlangsungan hidup manusia kedepan.

Selanjutnya globalisasi adalah sebuah peristiwa yang terjadi di peradapan manusia yang akan terus menerus terjadi. Globalisasi sebagai gerbang kedunia luar, dari peristiwa globalisasi membuat banyak budaya luar masuk kedalam negara dari masuknya budaya luar itu membuat dampak positif dan negative contohnya kurangya rasa nasionalisme dan gotong royong. Pada zaman sekarang sudah banyak generasi muda yang mengikuti gaya hidup kebarat baratan. Tapi dampak positifnya sistem demokrasi luar yang kita dapat mempercepat kemerdekaan. Karna kita di bantu membuat sistem sosial dan organisasi pemerintahan yang sesuai dengan zamannya.

Masuknya budaya luar kedalam negara indonesia membuat generasi muda bangsa indonesia lebih memnyukai atau menerapkan budaya luar sedangkan budaya dalam negaranya sudah dilupakan tidak hanya budaya tapi juga dari pakaian yang dipake kebanyakan buatan luar negri contohnya saja budaya berbicara sudah banyak yang menggunakan cara berbicara orang luar, dari Bahasa juga banyak anak zaman sekarang yang sudah menggunakan bahasa luar untuk kehidupan sehari hari dari pakaian juga sudah memakai brand luar negri seprti Gucci (Prasetya Tri Joko. 2011. Ilmu budaya dasar. Rineke cipta. Pt asdi mahastya. Jakarta). Dari situ kita sudah melihat menurutnya rasa kebudayaan rakyat Indonesia. Maka kita harus menumbuhkan rasa budaya kepada masyarakat contohnya cara menumbuhkan nilai nilai nasionalisme : Mengadakan upacara bendera , menonton film documenter para pahlawan,mengunjungi museum, belajar pendidikan kewarganegaraan, memakai atau menggunakan barang barang yang dibuat oleh negara atau diproduksi oleh egara kita, menyaring budaya yang masuk ke indonesia ambil yang baik serta buang yang tidak sesuai dengan budaya kita.

Budaya Indonesia dengan budaya asing sangat lah berbeda dari segala sisi seperti dari agama, suku, sistem pemerintahan, dan gaya hidup apalagi di Indonesia berbagai suku budaya (Agusti yoga satya dyah. Penurunan rasa cinta budaya dan nasionalisme generasi muda akibat globalisasi. Jurnal social humanior vol 4 no 2, November 2011 hal 177 – 178).

Kita bisa ambil perbedaan dari negara Amerika dengan Indonesia, di Indonesia dominasi dengan beragama islam sedangkan amerika beragama Kristen, selain itu di Amerika makanan pokoknya adalah roti di Indonesia sendiri makanan pokoknya adalah nasi, di Amerika memiliki etika pergaulan yang berbeda di amerika etika bergaulnya secara umum terbuka dengan beragam mode dan pakaian sedangkan Indonesia lebih ke moral dan etika berpakaian tertutup ( khususnya wanita), dari segi pendidikan di Amerika seragam sekolah dari mulai TK sampai dengan jenjang SMA itu memakai seragam bebas sedangkan di Indonesia seragam anak sekolah sudah di tentukan setiap harinya. (https://www.indonesiana.id/read/146956/perbedaan-budaya-indonesia-amerika ).

Dari situ kita sudah dapat banyak perbedaan dari berbagai sisi dari bukan berarti kita tidak dapat mengambil budaya yang positif contohnya kita bisa ambil dari sisi pemikirannya masayarakat Amerika memiliki pemikiran yang maju meraka tidak suka membuang buang waktu sedangkan Indonesia masyarakat kita sangat suka membuang buang waktu untuk bersenang senang dan menunda pekerjaan. Walaupun banyak perbedaan nya tapi kita dapat mengambil sisi positifnya. Karna pengaruh globalisasi tidak hanya tentang negatifnya juga banyak sisi positif yang dapat kita ambil dari dampak globalisasi.

Penulis : Herdi Wisman Jaya ( Dosen Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP Universitas Pamulang )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *