ANCAMAN CYBER CRIME DI ERA DIGITAL

ALJabar News. Di zaman yang serba canggih seperti sekarang, apapun kegiatannya dapat dilakukan secara online seperti belanja online, belajar online/daring, transaksi bank via online, komunikasi online melalui media sosial seperti Watsapp, Instagram,facebook, tiktok, twitter dll, di era digital seperti sekarang tentunya mempunyai banyak kelebihan seperti mempermudah dalam berkomunikasi, mendapatkan informasi, bertransaksi dll, namun disamping itu di era digital seperti sekarang juga memiliki kelemahan, salah satu kelemahannya yaitu ancaman cyber crime.
Cyber crime merupakan kejahatan dunia maya, seperti pemalsuan akun, pornografi, hacking, pembobolan data pribadi atau perusahaan, penipuan online, pembobolan ATM via online, ujaran kebencian atau bullying online,illegal content dll ,dari banyaknya jenis-jenis cyber crime yang ada dapat menimbulkan kerugian baik kerugian materil seperti kehilangan sejumlah uang akibat penipuan online atau pembobolan atm maupun kerugian non-materil seperti pencemaran nama baik akibat pemalsuan akun, penyebaran hoax atau fitnah , menderita secara psikologis akibat bullying online dll
Dari berbagai jenis kerugian yang ditimbulkan oleh cyber crime maka pemerintah indonesia mengambil langkah tegas untuk memberantas cybercrime dengan menerapkan UU ITE. UU ITE diberlakukan untuk melindungi para pengguna teknologi informasi dan komunikasi dari serangan cyber crime

“Menurut saya,dengan adanya UU ITE merupakan salah satu langkah yang baik untuk mencegah kejahatan dunia maya (cyber crime) agar para pengguna media sosial tidak sewenang-wenang dalam menggunakan media sosial, serta melindungi masyarakat dari ancaman cybercrime, Namun melihat berita akhir-akhir ini UU ITE sering disalahgunakan serta menuai banyak kontroversi bahwa UU ITE seringkali dijadikan alat berlindung bagi pemerintah yang berkuasa untuk membungkam rakyat yang ingin mengkritik “ Ungkap Eka Nur Istiyanti (Penulis) Minggu, 28/03/2021

“Saya memandang UU ITE dengan dua sisi ,sisi pertama UU ITE telah berhasil menyelesaikan kasus bullying online, pencemaran nama baik via online, bahkan ujaran kebencian yang dilontarkan di media sosial sekarang dapat dijerat secara hukum karena melanggar UU ITE, sehingga dapat mencegah kasus-kasus kejahatan didunia maya, sisi kedua UU ITE menuai banyak kontroversi yang semakin hari semakin meresahkan masyarakat, banyak orang bersalah yang tidak mau dikritik dan berlindung pada UU ITE, banyak juga orang yang apa-apa lapor ke pihak berwajib mengaku telah disakiti dimedia sosial berlindung pada UU ITE, tidak hanya itu saja,proses hukumnya pun tidak memenuhi rasa keadilan bagi masyarakat “ Ungkap Eka Nur Istiyanti (Penulis) Minggu, 28/03/2021

“Oleh karena itu polisi harus selektif dalam memilih perkara mana saja yang dapat dijerat dengan UU ITE agar memenuhi rasa keadilan bagi masyarakat, tidak semua perkara dapat dijerat dengan UU ITE agar tidak dimanfaatkan oleh oknum-oknum nakal untuk kepuasaan pribadi” misalnya orang yang sensitif dikritik sedikit lalu melaporkan ke pihak berwajib,menurut saya ini merupakan emosi pribadi karena masih bisa diselesaikan dengan kekeluargaan tidak harus apa-apa disangkutpautkan dengan UU ITE, serta jika diperlukan UU ITE sebaiknya direvisi untuk membuang pasal-pasal karet yang sering salah tafsir dan menambah pasal-pasal UU ITE yang jelas untuk memenuhi rasa keadilan bagi masyarakat Indonesia “

Berikut ini pendapat saya mengenai kasus cyber crime yang pernah terjadi di Indonesia antara lain :
1. Kasus Kebocoran data Tokopedia

“Kasus kebocoran data ini merupakan kesalahan dari pihak tokopedia juga karena perusahaan sebesar itu harusnya mempunyai sistem keamanan yang tinggi untuk melindungi data para penggunanya, namun tidak 100 persen salah tokopedia karena pihak tokopedia telah bertanggungjawab dengan memberikan klarifikasi bahwa sistem keamanannya sudah aman dan berlapis menggunakan fitur OTP serta pihak tokopedia juga sudah meminta maaf kepada masyarakat,melakukan investigasi internal untuk mencari tahu penyebab data breach tersebut, maupun bekerja sama dengan pemerintah, antara lain Kementerian Komunikasi dan Informatika serta Badan Siber dan Sandi Negara untuk melakukan investigasi atas kejadian ini sekaligus memastikan keamanan dan perlindungan atas data pribadi”
2. Kasus Ahmad dhani

“Ahmad Dhani dituduh menyebarkan informasi hoax yang menimbulkan ujaran kebencian di media sosial instagram maupun twitter, setelah saya amati memang pantas ahmad dhani dikenakan UU ITE karena melanggar Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2) Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016, di media sosialnya ahmad dhani terlihat sangat fanatik membela pendukung nya sehingga mengkritik bapak ahox secara frontal tidak sopan, berkata-kata kasar, menyebar fitnah dan hoax, sehingga dapat mempengaruhi masyarakat luas dan menimbulkan salah paham” atas perbuatannya ahmad dhani divonis penjara 1tahun 6 bulan dalam sidang putusan yang digelar pada 28 januari 2019, langkah yang diambil pihak yang berwajib sudah benar karena buktinya ada secara terang-terangan di media sosial menyebarkan informasi yang menimbulkan ujaran kebencian bagi publik, dari kasus ini dapat menjadi pembelajaran bagi masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menyebarkan informasi di media sosial “

“Harapan saya untuk kedepannya masyarakat harus lebih waspada terhadap kejahatan cyber crime seperti jangan terpancing memberikan data pribadi keorang yang tidak dikenal melalui media sosial, menjaga akun pribadi dengan tidak menyebarkan password ke media sosial, hati-hati dalam menggunakan media sosial,tidak sewenang-wenang dalam berkomentar maupun membagikan informasi karena dapat dijerat dengan UU ITE, serta bagi perusahaan harus memiliki sistem keamanan yang tinggi agar tidak mudah dibobol datanya oleh oknum yang ingin menyerang dan untuk pemerintah harus lebih selektif memilih perkara mana saja yang dapat dijerat dengan UU ITE agar tidak dimanfaatkan oleh oknum untuk kepentingan pribadi, serta pemerintah harus tegas menjerat para pelaku kejahatan cyber crime agar jera“ Ungkap Eka Nur Istiyanti ( Penulis ) menutup Minggu, 28/03/2021

Penulis : Eka Nur Istiyanti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *